Archive for category Kesehatan
Pembetulan Tulang Belakang (PTB) – Kiropraksi
Permasalahan yang ada di tulang belakang bersama dengan syaraf yang ada di dalamnya akan berpengaruh pada fungsi organ yang dipersyarafi, sehingga kesehatan organ tergantung juga pada kesehatan tulang belakang. Hal-hal yang mempengaruhi kesehatan tulang belakang adalah: gaya hidup, posisi (duduk, berdiri, jalan, tidur, mengangkat beban), trauma, penyakit, dll. Untuk itu diperlukan terapi PTB.
Dalam Training Herbalis Sehari kita akan mempelajari teknik-teknik dasar PTB, ada 10 teknik dasar yang akan langsung bisa dipraktekkan
APA ITU KIROPRAKSI?
Chiropractic ditemukan pada tahun 1895. Dan dengan berdasarkan ilmu pengetahuan yang membuktikan bahwa sistem saraf mengontrol fungsi setiap sel tubuh, organ dan sistem tubuh, maka chiropractor memusatkan perhatian kepada sistem saraf secara menyeluruh. Otak dan saraf tulang belakang (spinal cord) dilindungi oleh tengkorak dan tulang belakang. Sehingga kalau pergerakan salah satu dari sendi tulang belakang berkurang maka akan mengiritasi sistem saraf, iritasi ini akan menyebabkan penurunan suplai neuron ke jaringan dan organ. Hal ini mengakibatkan fungsi jaringan dan organ yang tidak optimal. Dengan contoh otot yang berkembang tidak simetri, otot yang cepat lelah (fatigue). “Penurunan fungsi saraf” ini dinamakan: “Vertebra Subluxation Complex” (Subluksasi adalah dimana sendi tulang yang tidak bergerak dengan normal).
Bagaimana kita tahu bahwa sendi tubuh berkurang pergerakannya?
- Postur tubuh yang asimetri, seperti pundak atau pinggang yang tidak sama tingginya.
- Leher yang kaku/tegang.
- Rasa sakit atau rasa kaku pada tubuh.
- Sakit pada posisi tertentu atau pada waktu melakukan gerakan tertentu.
- Sakit pada pagi hari atau terasa sakit walaupun sudah beristirahat cukup lama.
Adjustment (Koreksi) Chiropractic
Dokter chiropractic melakukan pemeriksaan yang seksama untuk mengetahui fungsi sendi/pergerakan, fungsi otot & saraf. Jika dari pemeriksaan menunjukkan adanya subluksasi (sendi yang bergerak tidak normal) maka perlu diadakan koreksi chiropractic.
“Koreksi” adalah membantu tulang dan sendi ke posisi normal, menormalkan gerakan dan menghilangkan iritasi yang kadang menyebabkan sakit dan malfungsi dari organ bila didiamkan terlalu lama.
Ada banyak cara untuk mengadakan “koreksi” tulang belakang. Dokter chiropractic menggunakan tangan atau alat yang didesain khusus untuk mengkoreksi sendi yang bersangkutan. Dokter chiropractic juga menyesuaikan teknik yang digunakannya dengan usia pasien serta tergantung kasus yang ditanganinya. Koreksi membantu menormalkan fungsi tulang belakang dan menghindari kerusakan jaringan di kemudian hari. Dan jika fungsi saraf kembali normal, ini akan membantu tubuh untuk menyembuhkan dengan sendirinya (self healing).
Yang menyebabkan subluksasi
- Posisi tidur, duduk atau berdiri yang tidak benar.
- Proses kelahiran.
- Trauma/kecelakaan.
- Mengangkat barang dengan posisi yang tidak benar.
- Olahraga yang tidak sesuai.
Subluksasi tidak selalu menyebabkan rasa sakit pada mulanya, dan biasanya orang tidak menyadarinya dan tidak perduli dengannya. Tetapi subluksasi itu akan menimbulkan kerusakan tubuh yang lebih besar dan pada saat itulah baru orang tersebut merasa sakit.
Dari penelitian diketahui bahwa tubuh punya cara untuk menyembuhkan secara natural (sendirinya). Dengan mengkoreksi sistem tubuh yang tidak benar (dalam hal ini sendi dan saraf) maka akan memungkinkan tubuh bekerja secara optimal.
Kapan seharusnya ke dokter chiropractic?
Apabila anda mengalami :
- Sakit kepala terutama di sekitar tengkuk dan dahi.
- Sakit pinggang, baik yang menjalar sampai ke kaki atau tidak.
- Sakit di tubuh anda yang tidak ada diagnosanya.
- Kesemutan dan baal (hilang rasa) yang berlangsung lama dan terus menerus.
- Nyeri di sekitar bahu dan bahu bagian belakang.
- Migrain (sakit kepala sebelah).
- Masalah di persendian tulang punggung.
- Nyeri di lengan dan kaki.
- Sciatica (nyeri/kaku di daerah pantat)
- Perut kembung dan sembelit pada anak-anak.
- Kerusakan pada persendian.
- Problem mengompol pada anak-anak.
- Lutut sakit.
- Pencegahan epilepsi pada bayi yang dilahirkan dengan bantuan alat vacuum.
Ini menandakan adanya gangguan fungsi saraf perasa. Dan masih banyak masalah kesehatan yang lain yang bisa dibantu dengan koreksi chiropractic ini.
Juga dianjurkan untuk memeriksakan tulang belakang anda untuk di check-up (spinal check-up) untuk menghindari dari kerusakan pada tulang dan sendi anda. Banyak masalah tulang belakang yang menyebabkan perubahan bentuk tubuh atau sikap tubuh kita. Cobalah check tubuh / postur anda satu sama lain, bila anda menemukan atau tidak yakin dengan postur anda, usahakan untuk diperiksa secara teliti oleh dokter chiropractic yang berkualitas.
Bekam – Al Hijamah
Ditulis yanuarhpa di Kesehatan, Thibbun Nabawi pada 11 Februari 2011
Bekam (cupping/al-hijamah), perkataan “al-Hijam” berasal dari bahasa arab yang berarti “pelepasan darah kotor” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping” dan bahasa melayu dikenal dengan “bekam”. Bekam merupakan teknik pengobatan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW, kini dimodernkan dengan kaidah ilmiah yang bertujuan untuk mengeluarkan toksid dalam tubuh melalui permukaaan kulit. Bekam merupakan cara detoksifikasi (pengeluaran racun) yang cepat, aman dan tidak ada efek samping. Apabila badan anda terasa kaku, mudah letih, lesu, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, sakit pada persendian, mata berkunang-kunang, serta berbagai keluhan penyakit lainnya, semua itu disebabkan karena adanya penumpukan toksid (racun tubuh) dan darah kotor serta darah beku (statis darah) dalam tubuh. Maka bekam merupakan pengobatan alternatif dan mujarab untuk mengatasi semua kondisi itu.
Inti dari terapi ini sebenarnya mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Karena darah adalah sumber kehidupan manusia, maka jika ia rusak atau tercemar, maka energi dan daya tahannya akan menurun.
Metode ini telah direkomendasikan oleh Rasulullah SAW, sesuai sabda beliau SAW: “Sebaik-baik terapi yang kalian lakukan adalah bekam”. Terapi jenis ini telah lama dikenal di Indonesia dan diakui mampu mengatasi berbagai penyakit, antara lain: darah tinggi, kolestrol, asam urat, jantung, sakit pinggang, liver, gatal-gatal, sakit kepala, impotensi, stress, dll. Juga memiliki manfaat lain, yaitu; detoksifikasi, memperbaiki imunitas tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, dll.
Dalam Training Herbalis Sehari kita akan mempelajari standar operasional prosedur bekam dan penentuan titik-titik bekam.
Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (Hadist Bukhori).
Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan, sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser.
Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan.”
Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani
Kehalalan Obat, 99% Dokter Tidak Tahu
Apa jadinya jika dokter sebagai pihak yang paling bertanggung jawab tidak tahu status kehalalan obat-obatan? Kecemasan pasien kini bertambah satu lagi. Selain cemas karena sakit dan harga obat yang terus melambung, kini kita harus dipusingkan dengan status kehalalan obat-obatan. Beberapa obat memang mencantumkan dengan jelas sumber bahannya. Misalnya pada obat LOVENOX buatan Aventis yang menuliskan “bersumber babi” pada kemasannya. Obat tersebut merupakan hepharin (berfungsi mengencerkan darah) yang dipakai bagi penderita penyakit jantung. Namun sayangnya obat yang dipakai dengan cara disuntikkan itu hanya menginformasikannya pada kemasan luar.
Ada dokter yang memberitahukan hal tersebut pada pasien, tetapi banyak juga yang tidak memberitahukan. Akibatnya pasien yang tidak diinformasikan oleh dokter tidak akan mengetahui hal tersebut. Celakanya lagi, sebagian besar dokter tidak mengetahui status kehalalan obat-obatan yang digunakan untuk para pasiennya tersebut. Prof dr Jurnalis Uddin bahkan menduga hampir 99% dokter yang ada di Indonesia tidak tahu halal dan haramnya obat yang beredar, karena memang tidak pernah diajarkan kepada mereka. Nah, kalau dokter saja tidak tahu, bagaimana pasiennya?
Minim Informasi
Bagaimana dokter mendapatkan informasi tentang obat di Indonesia? Pertama adalah selama pendidikan mereka di fakultas kedokteran di berbagai universitas. Setelah jadi dokter, mereka mendapatkan informasi dari Buku ISO terbitan ISFI yang terbit tiap tahun, buku MMIS edisi Indonesia yang terbit tiap tahun, medical representative yang menyampaikan produk obat dari pabrik/distributor, seminar/workshop dimana peserta biasanya meniru lead doctor di bidang tertentu, jurnal cetak dan digital serta evidence Based Medicine yang berupa Cochrane atau Evidence Matters
Informasi yang diberikan oleh berbagai sumber tersebut adalah menyangkut bahan aktif obat, khasiat obat, indikasi pemakaian obat, kontra indikasi, efek samping, dosis dan kemasan. Khusus dari evidence based medicine, memberikan pilihan obat/tindakan berdasarkan the best evidence mutakhir. Info mengenai status kehalalan atau bahan haram yang mungkin digunakannya sama sekali tidak ada.
Dari sekitar 200 perusahaan obat yang berproduksi di Indonesia, sebagian besar bahan baku obat yang digunakan dibuat di luar negeri. Prosedur pembuatan obat sesuai dengan prosedur pabrik induk di luar negeri atau beracik dari bahan-bahan yang diimpor dari luar negeri. Dengan demikian mereka juga tidak memiliki informasi yang memadai mengenai status kehalalannya. Sedangkan dari lebih kurang 10.000 jenis obat yang beredar saat ini hampir semuanya belum mendapatkan sertifikasi halal dari MUI.
Dari fakta-fakta di atas, maka konsumen muslim memang belum terlindungi secara baik, khususnya dalam penggunaan obat-obatan. Kendala ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan oleh pihak-pihak yang terkait, agar masyarakat tidak terkatung-katung dengan ketidak jelasan status kehalalan obat yang beredar.
Sumber: Jurnal Halal LP POM MUI


